Tag Archives: keren

Makalah Vitamin C

 

MAKALAH

VITAMIN C

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

metabolisme kimia pangan

 

 

 

Disusun Oleh:

KHOLIQ MUNADLIR

G2D015051

 

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

 

 

BAB I

RUMUS MOLEKUL VITAMIN C

Rumus kimia   C6H8O6
Massa molar   176.12 g mol−1
Penampilan   Padatan putih kekuningan
Densitas   1,65 g/cm3
Titik lebur   (dekomposisi)
Kelarutan dalam air  33 g/100 ml
Kelarutan dalam etanol  2 g/100 ml
Kelarutan dalam glisero  1 g/100 ml
Kelarutan dalam propilena glikol 5 g/100 ml
Kelarutan dalam {Solvent4} tak larut dalam dietil eter, kloroform, benzena, minyak, lemak
Keasaman (pKa) 4,10 (pertama), 11,6 (kedua)

 

BAB II

PROSES METABOLISME DAN PERAN VITAMIN C DALAM TUBUH

  1. Proses Metabolisme Vitamin C dalam Tubuh

Metabolisme vitamin C terdiri dari oksidasi, ekskresi dan regenerasi. Hasil oksidasi vitamin C yang pertama adalah radikal bebas askorbil yang biasa berubah secara reversibel menjadi bentuk vitamin C kembali atau akan mengalami oksidasi ireversibel menjadi dehydro-L-ascorbid acid. Vitamin C dapat juga mengalami oksidasi setelah bereaksi dengan vitamin E atau radikal urat. Vitamin C dapat dengan mudah melepaskan elektron karena oksidasi monovalen reversibel menjadi radikal askorbil, sehingga dapat berperan dalam system redoks biokimia. Peranan vitamin C sebagai antioksidan karena kemampuan bereaksi dengan radikal bebas : SOR, anion superoksida dan radikal hidroksil. Vitamin C bersifat hidrofilik lebih berperan menjadi proteksi sel di dalam sitosol dengan cara menurunkan semi    stabil radikal kromanoksil dan meregenerasi vitamin E (Carr 1999).

Efisiensi antioksidan vitamin C sangat besar pada konsentrasi rendah, pada kondisi tersebut reaksi yang predominan adalah reaksipemutus. Pada vitamin yang konsentrasi tinggi, vitamin C menghambat secara signifikan reaksi rantai yang berlanjut antara asam askorbil dan molekul oksigen. Fungsi metabolik vitamin C sebagai kofaktor enzim (hydroxilating enzymes), agen protektif (hydroxylases pada biosintesis collagen), dan sebagai radikal yangbereaksi dengan metal ion (Carr 1999).

Vitamin C mudah diabsorpsi secara aktif dan mungkin pula secara difusi pada bagian atas usus halus lalu masuk ke peredaran darah melalui vena porta. Rata-rata absorpsi adalah 90% untuk konsumsi diantara 20 dan 120 mg sehari. Konsumsi tinggi sampai 12 gram (sebagai pil) hanya diabsorpsi sebagai 16%. Vitamin C kemudian dibawa ke semua jaringan. Konsentrasi tertinggi adalah di dalam jaringan adrenal, pituitari dan retina.

Asam askorbat oksidase atau disingkat askobase merupakan enzim yang hanya mengkatalisis reaksi oksidasi asam askorbat saja, baiki asam askorbat alami ataupun sintesis, tetapi tidak mengkatalisis senyawa yang lain misalnya sistein, glutation,tirosin dan phenol. Enzim heksosidase tersebut mempunyai aktifitas optimal pada pH 5,6 – 5,9. Asam askorbat oksidase dapat mengakibatkan defisiensi vitamin C akibat intake zat gizi yang kurang dari makanan.

Tubuh dapat menyimpan hingga 1500 mg vitamin C bila konsumsi mencapai 100 mg sehari. Jumlah ini dapat mencegah terjadinya skorbut selama tiga bulan. Tanda-tanda skorbut akan terjadi bila persediaan tinggal 300 mg. Konsumsi melebihi taraf kejenuhan berbagaija ringan dikeluarkan melalui urin dalam bentuk asam oksalat. Pada konsumsi melebihi 100 mg sehari kelebihan akan dikeluarkan sebagai asam askorbat  atau sebagai karbon dioksida melalui pernapasan. Walaupun tubuh mengandung sedikit vitamin C, sebagian tetap akan dikeluarkan. Makanan yang tinggi dalam senga atau pektin dapat mengurangi absorpsi sedangkan zat-zar di dalam ekstark jeruk dapat meningkatkan absorpsi.

Status vitamin C tubuh ditetapkan melalui tanda-tanda klinik dan pengukuran kadar vitamin C di dalam darah. Tanda-tanda klinik antara lain, perdarahan gusi dan perdarahan kapiler di bawah kulit. Tanda dini kekurangan vitamin C dapat diketahui bila kadar vitamin C darah di bawah 0,20 mg/dl.

Peranan dan Mekanisme Vitamin C Dalam Tubuh

1.Vitamin C sebagai Penguat Sistem Imun

Tubuh Vitamin  C  dapat  meningkatkan  daya  tahan  tubuh.  Akan  tetapi  hal  ini  masih  kontroversial,  dan  belum  ada  kesepakatan  yang  jelas  untuk  mekanismenya (Guyton, 2008).

  1. Vitamin C sebagai Antioksidan

Vitamin  C  merupakan  suatu  donor  elektron  dan  agen  pereduksi.  Disebut  anti  oksidan,  karena  dengan  mendonorkan  elektronnya,  vitamin  ini  mencegah  senyawa-senyawa  lain  agar  tidak  teroksidasi.  Walaupun  demikian,  vitamin  C  sendiri  akan  teroksidasi  dalam  proses  antioksidan tersebut, sehingga menghasilkan asam dehidroaskorbat (Padayatty, 2003).

Reaksinya adalah sebagai berikut:

Gambar  : Reaksi reduksi dan oksidasi asam askorbat (Szent-Györgyi, 1937)

Menurut Padayatty (2003), setelah terbentuk, radikal askorbil (suatu senyawa dengan elektron tidak berpasangan, serta asam dehidroaskorbat dapat tereduksi kembali menjadi asam askorbat dengan bantuan enzim 4-hidroksifenilpiruvat dioksigenase. Tetapi, di dalam tubuh manusia, reduksinya hanya terjadi secara parsial, sehingga asam askorbat yang terlah teroksidasi tidak seluruhnya kembali. Vitamin C dapat dioksidasi oleh senyawa-senyawa lain yang berpotensi pada penyakit. Jenis-jenis senyawa yang menerima elektron dan direduksi oleh vitamin C, dapat dibagi dalam beberapa kelas, antara lain:

Senyawa dengan elektron (radikal) yang tidak berpasangan, contohnya radikal-radikal oksigen (superoksida, radikal hidroksil, radikal peroksil, radikal sulfur, dan radikal nitrogen-oksigen).

Senyawa-senyawa yang reaktif tetapi tidak radikal, misalnya asam

hipoklorit, nitrosamin, asam nitrat, dan ozon.

Senyawa-senyawa yang dibentuk melalui reaksi senyawa pada kelas pertama atau kelas kedua dengan vitamin C.

Reaksi transisi yang diperantarai logam (misalnya ferrum atau cuprum)

Vitamin C dapat menjadi antioksidan untuk lipid, protein, dan DNA, dengan cara : (1) Untuk lipid, misalnya Low-Density Lipoprotein (LDL), akan beraksi dengan oksigen sehingga menjadi lipid peroksida. Reaksi berikutnya akan menghasilkan lipid hidroperoksida, yang akan menghasilkan proses radikal bebas. Asam askorbat akan bereaksi dengan oksigen sehingga tidak terjadi interaksi antara lipid dan oksigen, dan akan mencegah terjadinya pembentukan lipid hidroperoksida. (2) Untuk protein, vitamin C mencegah reaksi oksigen dan asam amino pembentuk peptide, atau reaksi oksigen dan peptida pembentuk protein. (3) Untuk DNA, reaksi DNA dengan oksigen akan menyebabkan kerusakan pada DNA yang akhirnya menyebabkan mutasi (Padayatti, 2003).

Jika asam dehidroaskorbat tidak tereduksi kembali menjadi asam askorbat, maka asam dehidroaskorbat akan dihidrolisis menjadi asam 2,3-diketoglukonat. Senyawa tersebut terbentuk melalui rupture ireversibel dari cincin lakton yang merupakan bagian dari asam askorbat, radikal askorbil, dan asam dehidroaskorbat. Asam 2,3-diketoglukonat akan dimetabolisme menjadi xilosa, xilonat, liksonat, dan oksalat (Sharma, 2007).

Kerusakan karena oksidan akan menyebabkan penyakit seperti aterosklerosis dan diabetes melitus tipe 2. Dan kemungkinan juga memiliki peranan dalam terjadinya diabetes komplikata, gagal ginjal kronik, penyakit-penyakit degenerasi neuron, arthritis rheumatoid, dan pancreatitis (Padayatty, 2003).

  1. Vitamin C sebagai Obat untuk Common Cold

Menurut Pauling (1981) dalam Douglas (2001), vitamin C megadosis dapat menyembuhkan common cold, akan tetapi hal ini juga dipengaruhi beberapa faktor, antara lain sistem imun penderita dan gejala yang timbul, serta derajat keparahan penderitanya. Penggunaan vitamin C dengan dosis 3-10 g/ hari, akan dapat mengurangi insidensi dari common cold.

  1. Vitamin C sebagai Obat Anti-penuaan

Vitamin C juga terkenal dengan fungsinya sebagai pencegah penuaan. Menurut Hahn (1996), vitamin C bila dikonsumsi secara teratur dapat melindungi kulit dari proses oksidasi ataupun sengatan sinar ultraviolet, yang merupakan penyebab kerusakan kulit.

Proses vitamin C dalam mencegah penuaan adalah dengan terus-menerus mensintesis kolagen pada kulit, seperti yang akan dijelaskan berikut.

  1. Vitamin C sebagai Pensintesis Kolagen

Kolagen adalah protein terbanyak pada serat-serat jaringan ikat kulit, tulang, dan kartilago. Kolagen tidak dapat larut dalam air, tetapi mudah dicerna dan mudah larut dalam basa (Dorland, 2000).  Seperti halnya protein lainnya, kolagen juga mengandung rantai polipeptida. Rantai panjang dari molekul-molekul kolagen mengandung kira-kira seribu residu asam amino, sekitar enam ribu atom. Proses sintesis kolagen dimulai dengan reaksi hidroksilasi, dimana reaksi ini terjadi dalam tiga tahap, yaitu: (1) suatu struktur tiga dimensi terbentuk, dengan asam amino prolin dan glisin sebagai komponen utamanya. struktur tiga dimensi ini belum menjadi kolagen, tetapi masih berupa prekursornya yaitu prokolagen. Karena vitamin C dibutuhkan pada proses ini, maka vitamin C ikut berperan dalam proses pembentukan rantai peptida menjadi prokolagen. (2) Proses konversi ini membutuhkan ion hidroksida (OH-) untuk bereaksi dengan hidrogen (H+). (3) Reaksi katalisis. Reaksi hidroksilasi ini dikatalisis oleh enzim prolyl-4-hidroksilase and lisil-hidrokslase (Padayatty, 2003).

  1. Menurunkan Resiko Penyakit Jantung

Vitamin C sangat penting untuk sintesis kolagen. Kolagen berbentuk serabut kuat dan merupakan jaringan ikat penting untuk kulit, otot, pembuluh darah, dan bagian tubuh penting lainnya. Kekurangan vatamin C cenderung melemahkan landasan struktur untuk pembuluh darah, jantung, dan otot jantung. Peran vitamin C dalam pembentukan kolagen merupakan faktor positif untuk mencegah serangan penyakit koroner. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin C menyebabkan kerusakan susunan sel arteri sehingga dapat terisi kolesterol dan menyebabkan aterosklerosis. Angka kecukupan gizi vitamin C ditetapkan sebesar 60 mg sehari.

  1. Menyembuhkan Flu Lebih Cepat

Apakah Vitamin C dapat mencegah kita dari masuk angin, flu, bronkitis, atau pneumonia? Tidak. Apakah vitamin C dapat membantu menyembuhkan lebih cepat dari masuk angin, flu, bronkhitis atau pneumonia? Ya.  Jika Anda pada dasarnya sehat dan mengkonsumsi 1.000 hingga 2.000 mg ekstra vitamin C, gejala flu, demam, atau masuk angin tadi mungkin tidak akan terlalu memperparah kondisi bisa sembuh lebih cepat. Bagi kaum lanjut usia, semakin banyak mengkonsumsi ekstra Vitamin C sangat baik bagi kesehatan.
Asupan vitamin C yang rendah membuat lebih rentan terhadap penyakit, sedangkan tubuh membutuhkan banyak vitamin C ketika sel-sel tubuh bekerja melawan penyakit. Konsumsi vitamin C 1000 mg sehari akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang biasa mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi memiliki kadar kolesterol yang rendah. Mereka juga memiliki kadar kolesterol LDL rendah (kolesterol jahat) dan kolesterol HDL yang lebih tinggi (kolesterol baik).
Jadi jika kolesterol total tinggi, apakah dapat menurunkannya dengan mengkonsumsi vitamin C? Tergantung. Jika sekarang konsumsi vitamin C rendah, meningkatkan konsumsi vitamin C akan membantu menurunkan kadar kolesterol total dengan meningkatkan tingkat HDL. Jika sekarang tingkat konsumsi vitamin C anda sudah tinggi, misalnya mengkonsumsi 2.000 mg per hari, hal ini tidak akan berpengaruh terhadap kadar kolesterol.

  1. Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi (di atas 140/90) adalah faktor risiko besar untuk penyakit jantung dan stroke dan juga untuk penyakit ginjal. Banyak studi menunjukkan bahwa orang dengan kadar tinggi Vitamin C memiliki tekanan darah yang sedikit lebih rendah dibandingkan orang dengan vitamin C tingkat rendah. Perbedaannya sekitar empat poin dalam diastolik (ketika jantung santai antara ketukan). Mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi menurunkan tekanan darah diastolik dengan hanya dua titik saja, dapat mengurangi kemungkinan penyakit jantung sebanyak 8%. Ini salah satu alasan mengapa para lansia yang biasa mengkonsumsi vitamin c dosis tinggi hidup memiliki resiko lebih sedikit dari serangan jantung dan stroke.

  1. Penyembuhan Luka

Salah satu tanda penyakit kudis adalah luka yang tidak dapat disembuhkan atau luka lama yang muncul kembali. Oleh karena itu anda memerlukan vitamin C untuk membuat kolagen, yang akan memperbaiki jaringan ikat dan menyembuhkan luka. mengkonsumsi ekstra Vitamin C akan membantu anda lebih cepat sembuh jika anda memiliki luka, goresan, patah tulang, membakar, atau jenis luka lainnya.

Jika anda mengalami operasi, kadar vitamin C Anda mungkin akan rendah setelah operasi, kita tidak tahu persis mengapa hal itu terjadi. Untuk membantu anda menyembuhkan dan melawan infeksi, kadar vitamin C dalam tubuh anda harus tinggi. Cobalah untuk mengkonsumsi 1.000 mg sehari selama setidaknya dua minggu sebelum operasi dan empat minggu setelah operasi. Anda tidak hanya akan lebih cepat sembuh dari operasi, anda juga akan terhindar dari ‘bed sores’ (atau kerusakan kulit yang diakibatkan oleh iritasi, misalnya penderita sakit kronis yang berbaring terlalu lama) karena kolagen di bawah kulit anda akan menjadi lebih kuat.

  1. Ampuh Melawan Alergi

Jika anda bersin, itu terjadi karena sistem pertahanan tubuh anda berpikir bahwa ‘zat asing’ yang telah masuk ke dalam tubuh anda adalah kuman penyerang yang harus dilenyapkan. Untuk melakukannya, sistem kekebalan tubuh anda tadi melepaskan zat kimia yang disebut histamines ke dalam darah. Korban utama dari pertempuran melawan “penyerbu” adalah anda. Histamines anda sendiri yang membuat anda bersin, bersin, tersedu, batuk, gatal-gatal, dan kejadian lainnya yang biasanya tidak menyenangkan itu.

Obat yang melawan histamines alami disebut antihistamin. Ada banyak berbagai jenis anti histamin, dan banyak yang dijual bebas setiap toko obat. Daftar panjang peringatan dan efek samping pada label obat ini lebih dari sedikit menakutkan. Kebanyakan antihistamin dapat membuat anda mengantuk.

Jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, ginjal, penyakit prostat, atau penyakit paru-paru, anda tidak boleh menggunakan obat-obatan jenis anti histamin.Ada cara yang lebih mudah, lebih alami dan lebih murah untuk mengatasi alergi pernapasan, yaitu Vitamin C. Cobalah mengkonsumsi 1.000 hingga 2.000 mg sehari selama beberapa minggu. Manfatnya adalah alergi anda akan mereda dan hilang selama anda terus mengkonsumni vitamin C tadi. Hal ini dikarenakan Vitamin C menjaga sistem kekebalan tubuh dengan membuat lebih banyak histamines untuk memulai dan membantu Anda mengeluarkan penyebab alergi tadi keluar dari aliran darah dengan lebih cepat.

BAB III

KEBUTUHAN KONSUMSI VITAMIN C

Dalam beraktivitas, vitamin C juga dibutuhkan, terutama untuk berolahraga. Belajar, dan sebagainya. Aktivitas seperti berolahraga biasanya membutuhkan vitamin C, tetapi jumlah yang dibutuhkan untuk seseorang yang melakukan olahraga sama dengan kebutuhan sehari-hari, yaitu 75 mg. Konsumsi vitamin C secara berlebihan pada orang yang berolahraga tidak disarankan, karena sisa dari vitamin C yang telah dikonsumsi akan dibuang melalui keringat dan urin (Peake, 2003).

Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.

BAB IV

DEFISIENSI VITAMIN C

Defisiensi vitamin C adalah suatu keadaan dimana kadar vitamin C dalam darah seseorang berkurang dari kadar normalnya. Nilai normal untuk vitamin C dalam darah adalah: dewasa : 0,6-2 mg/dL dalam plasma dan 0,2-2 mg/dL dalam serum, anak : 0,6-1,6 mg/dL dalam plasma.

Kekurangan Vitamin C : Kebutuhan akan Vitamin C meningkat secara berarti dan merupakan resiko terjadinya kekurangan pada berbagai keadaan berikut:kehamilan,  menyusui, tirotiksikosis (hiperaktivitas kelenjar tiroid), berbagai jenis peradangan, pembedahan, luka bakar.

Pada bayi yang berusia 6-12 bulan, kekurangan Vitamin C dalam susu formula atau makanan padatnya dapat menyebabkan scurvy. Gejala awalnya berupa rewel, nyeri jika badannya bergerak, kehilangan nafsu makan dan tidak mengalami penambahan berat badan. Tulang-tulangnya tipis/kecil dan sendi-sendinya menonjol. Yang khas adalah terjadinya perdarahan dibawah jaringan pelindung tulang dan di sekitar gigi. Pada orang dewasa, scurvy bisa terjadi apabila melakukan diet, yang hanya mengandung daging dan tepung atau teh, roti bakar dan sayuran kalengan, yang kesemuanya merupakan makanan yang khas dimakan oleh orang tua yang tidak bernafsu makan. Setelah beberapa bulan mengkonsumsi makanan tersebut, akan terjadi perdarahan dibawah kulit, terutama di sekitar akar rambut, dibawah kuku jari tangan, di sekitar gusi dan di dalam persendian. Penderita akan tampak depresi, lelah dan lemah. Tekanan darah dan denyut jantung menjadi naik turun (berfluktuasi). Pemeriksaan darah menunjukkan kadar Vitamin C yang sangat rendah. Pada bayi dan orang dewasa, scurvy diobati dengan Vitamin C dosis tinggi selama 1 minggu, diikuti dengan dosis yang lebih rendah selama 1 bulan. Selain itu kekurangan vitamin C dapat menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh dan penuaan.

Kelebihan Vitamin C: vitamin C dosis tinggi (500-10.000 miligram) telah dianjurkan untuk mencegah common cold, skizofrenia, kanker, hiperkolesterolemia dan aterosklerosis. Tetapi hal ini belum mendapatkan dukungan ilmiah yang cukup. Dosis yang melebihi 1000 miligram/hari menyebabkan: diare, batu ginjal pada orang-orang yang peka, perubahan siklus menstruasi.

BAB V

SUMBER PANGAN

Vitamin C alami terdapat pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Daftar buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung vitamin C dapat dilihat pada tabel 2 berikut:

Vitamin C buatan terdapat dalam berbagai preparat, baik dalam bentuk tablet dan cairan yang mengandung 50-1500 mg maupun dalam bentuk larutan. Untuk suntikan terdapat vitamin C 100-500 mg. Vitamin C dalam bentuk tablet berisi 500 mg, dan dalam bentuk cairan berisi 1000 mg (Goodman & Gilman, 2008).

DAFTAR PUSTAKA

https://srirusmiyati.wordpress.com/2016/04/15/makalah-vitamin-c/

https://lailasafitri.wordpress.com/2013/01/09/makalah-vitamin-c-igd/

http://asuhankeperawatankesehatan.blogspot.co.id/2016/09/makalah-vitamin-c.html

http://drevan.blogspot.co.id/2011/06/makalah-vitamin-c-asam-askorbat.html

http://publichealth08.blogspot.co.id/2011/12/metabolisme-vitamin-c.html#

https://moko31.wordpress.com/2012/01/23/vitamin-c-tinjaun-perannya-dalam-metabolisme-tubuh/

 

 

 

 

Advertisements